Menyusui Lancar, Pastikan Manajemen Laktasi Yang Baik

Mungkin sebagian wanita masih awam dengan istilah laktasi. Namun sangat familiar dengan kata menyusui. Sebenarnya laktasi adalah menyusui. Proses menyusui atau memberikan ASI secara eksklusif harus diberikan pada bayi usia 0 – 6 bulan. Setelah itu, baru boleh diberikan makanan pendamping ASI. Sudah tahukah Anda mengenai manajemen laktasi atau menyusui? Jika belum cek ulasan berikut ini!

Apa yang Dimaksud Laktasi ?

Laktasi di sini mempunyai dua pengertian yaitu produksi ASI dan pengeluaran ASI.

  1. Produksi ASI berlangsung tidak sampai pada masa kelahiran bayi, yaitu ketika hormon estrogen menurun. Dengan menurunnya hormon ini akan menyebabkan kenaikan kadar prolaktin dan produksi ASI. ASI tidak diproduksi selama masa kehamilan karena terdapat faktor yang menekan pelepasan hormon prolaktin, salah satunya hormon estrogen. Bila saja produksi ASI dihasilkan sejak masa kehamilan maka tentu tidak akan ada yang menghisapnya dan akan terbuang sia-sia.
  2. Pengeluaran ASI, yang dimaksud di sini yaitu suatu proses pengeluaran yang dilakukan dengan cara diminumkan pada bayi.

Urutan Manajemen Laktasi yang Baik Bagi Ibu Menyusui

Terdapat beberapa cara untuk memanajemen laktasi yang baik sehingga menghasilkan ASI yang cukup, yaitu:

  1. Persiapan menyusui sejak masa kehamilan

Pada masa ini akan terlihat beberapa perubahan pada payudara, dari mulai warnanya yang berubah, payudara yang mulai membesar dan lain-lain. Nah, untuk masa persiapan sebelum menyusui ini bagian tubuh yang paling dominan untuk memanajemen laktasi yaitu hormon, khususnya hormon prolactin dan oktsitosin yang membantu untuk memproduksi ASI.

  1. Masa saat mulai menyusui

Kegiatan menyusui sudah dapat dilakukan sejak beberapa menit setelah kelahiran sang buah hati. Air susu yang pertama kali keluar disebut kolostrum, di mana kolostrum ini mengandung gizi terbaik bagi bayi yang baru lahir. Jadi sangat dianjurkan untuk diberikan pada bayi. Pada saat awal proses menyusui, bayi sudah mempunyai naluri untuk menyusu namun kadang masih merasa kesulitan karena belum terbiasa.

Cara Memanajemen Laktasi yang Baik Bagi Ibu Menyusui

Pada saat bayi sudah mulai bisa menyusui, maka terdapat beberapa hal yang perlu ibu perhatikan dalam mencukupi asupan ASI untuk sang bayi.

  • Frekuensi pemberian ASI

Untuk memberikan asupan ASI yang cukup, maka frekuensi menyusui yang benar yaitu sekitar 8-12 kali dalam satu hari. Tujuannya yaitu untuk menjaga agar produktivitas ASI tetap lancar.

  • Berikan asupan ASI yang cukup

Terdapat beberapa tanda apabila bayi sudah mengalami kecukupan ASI, yaitu terlihat dari air kencingnya. Air kencing bayi akan berwarna kuning jernih bila asupan ASI nya telah tercukupi. Selain itu tanda pada ibu yaitu payudara akan lebih lunak, tidak sekeras pada saat belum menyusui.

  • Pastikan asupan makanan ibu bergizi

Dalam proses menyusui, seorang ibu akan berbagi nutrisi terhadap bayinya. Sehingga dalam hal ini, ibu akan memiliki nafsu makan yang banyak dan juga membutuhkan asupan makanan untuk dua orang. Jadi wajar kalau seorang ibu menyusui harus makan makanan yang bergizi dan mampu merangsang produktivitas ASI.

  • Pastikan kondisi ibu fit

Selain beberapa hal diatas, pastikan kondisi kesehatan iu terjaga karena disini peran ibu sangat vital bagi kelangsungan nutrisi sang bayi. Jika ibunya sakit maka bayi akan mudah tertular penyakit karena daya tahan tubuh bayi yang masih rentan.

Manajemen laktasi yang baik akan menghasilkan produktivitas asi yang cukup. Apabila produktivitas asi yang tinggi maka kebutuhan ASI sang bayi akan cukup, sehingga nutrisi yang diperoleh bayi juga tinggi. Maka dari itu setiap ibu wajib menyiapkan laktasi yang baik bagi sang buah hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *